Sabtu, 29 Oktober 2011

Allah yang Memampukan

"Allahlah yang membuatmu mampu:

-Tersenyum walaupun menagis;

-Untuk bertahan ketika engkau merasa hendak menyerah;

-Untuk berdoa ketika engkau kehabisan kata-kata;

-Untuk mencintai sekalipun hatimu telah hancur berkali-kali;

-Untuk duduk dengan tenang ketika engkau merasa menyerah kepada kekecewaan;

-Untuk terus mengerti ketika tak satu pun yang kelihatan memberi arti;

-Untuk mendengarkan ketika sebenarnya engkau tidak mau mendengar;

-Untuk berbagi perasaanmu dengan orang lain, karena berbagi itu perlu; untuk meringankan beban.

Segala sesuatu menjadi mungkin, karena Allah membuatmu mampu untuk berbuat itu."


(Faye Sweeney)

Selasa, 18 Oktober 2011

Terserahlah.. Capek Mikirin Mulu..

Ngomong salah..
Diam salah..
Dibecandain, tersinggung..
Diseriusin, gak di anggep..

Di kasih perhatian, dicuekin..
Di kasih hati, disia-sia-in..

Salah dikit, langsung ngambek..
Salah banyak, langsung kayak kambing congek..

Bingung maunya apa..
Ngomong ngga, diam iya..
Salah paham mulu, bikin sakit kepala..
Terserahlah..


If someone wants to be a part of your life, they'll be there.. So, don't bother saving a spot for someone who won't make an effort to stay.. -Michael Oera-

Kepercayaan adalah buah hubungan yang didalamnya engkau tahu engkau dicintai..


verve vine

Senin, 03 Oktober 2011

Dianggap Baik

Penelitian selama 25 tahun di Universitas Tel Aviv mendapati bahwa kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh pengharapan orang lain atas kinerjanya

Dalam satu percobaan, manajer sebuah kantor cabang bank dibagi dua. Kelompok A diberi tahu bahwa karyawan mereka luar biasa; kelompok B tidak diberi tahu apa-apa tentang potensi karyawan mereka. Sebenarnya potensi kedua kelompok karyawan itu sama. Nyatanya, manajer kelompok A membuahkan hasil yang lebih bagus, baik dari laba maupun kesuksesan ekonomis secara menyeluruh. Hal serupa ditemukan juga di sekolah, kalangan militer, dan berbagai badan sosial lain.

Pengharapan yang baik mengandung daya ubah yang luar biasa. Prinsip itu bersumber dari Allah sendiri, seperti yang dapat kita pelajari ketika dia "mengubah" bangsa Israel yang di buang ke Babel. Pertama, Dia "menganggap" mereka seperti buah ara yang bagus (Yeremia 24:5). Mereka tidak baik, tetapi Dia menganggap mereka baik dan memperlakukan mereka dengan baik (bandingkan dengan Roma 4:5). Sesudah itu, Dia "memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku" (Yeremia 24:7). Dia mengubahkan hati mereka sehingga mereka menjadi umat Allah yang sungguh-sungguh. Bukankah itu anugerah pembenaran dan kelahiran kembali?

Lalu, bagaimana menerapkannya secara horisontal? Kita ingin anak, murid, karyawan, dan tetangga kita semua baik, tetapi bisa jadi mereka menjengkelkan. Maukah kita lebih dulu mengasihi mereka, mengharapkan yang terbaik dari mereka (1 Korintus 13:5), menganggap mereka baik, dan memperlakukan mereka dengan baik? -ARS

Hal-hal yang tidak indah perlu dikasihi sungguh-sungguh sebelum berubah indah dan menawan hati.
-G.K. Chesterton-

Sabtu, 01 Oktober 2011

Kitty, My Naughty 'n Curious Cat

Hmm.. beberapa hari yang lalu, gw kehilangan kucing betina gw, namanya Kitty, hehe.. Kitty sakit n ngga mau makan or minum sama sekali kurang lebih seminggu sampe akhirnya dia mati karena lemas.. sedih banget.. ampe sekarang gw ngga tau penyebab dia sakit sampe gak mau makan minum itu apa..

Engga nyangka kalo gw bakal sekehilangan ini.. kata papa dia sempet teriak kenceng 1 kali, n menghembuskan napas yg terakhir setelah tarik napas 3 kali.. pas gw ngeliat tatapan matanya yg jadi kosong, n badannya yg ampe kurus n tinggal tulang doang itu berhenti bernapas, gw langsung nangis kejer, hehehehe.. inget waktu dia lahir di loteng, waktu dia mulai tumbuh n bercanda ama sodara laki2nya (Octfirst), waktu dia tidur di keranjang, waktu dia loncat2an, waktu dia mau melahirkan terus dia kebingungan n mengeong-ngeong sambil ngeliat gw dengan tatapan bingung n minta tolong (dia bingung ngelahirin dimana, hehe..), dan semua hal tentang dia flash back di kepala gw, buat air mata gw mengalir semakin deras, ampe sesengukan, hehe..

Yang paling buat gw kehilangan, pas ingat tingkah Kitty yang mau tau urusan orang ajah, hehehe.. kalo papa n gw lagi bersihin kipas angin, betulin tape, bersihin taman petak dlm rumah (kalo boleh dibilang taman, cos jauh bgt dari kesan indah, hehehehe), masang pohon natal, betulin motor, pas kita beli barang baru (lemari cabinet) n sibuk merakit, pasti dia ikutan nimbrung, sambil celingak-celinguk ngeliatin mau tau apa yang kita kerjain.. terus, dia juga suka banget ngumpet di kardus (bekas barang yg baru kita beli), sama ngga boleh ngeliat plastik sampah nganggur n kosong, pasti di langsung masuk ke situ n ngumpet.. hehe..

Hmm, gw ngga tau persis berapa umur Kitty, seingat gw dia udah berumur 7 tahun.. sebetulnya boleh di bilang kalo biang keributan di rumah itu yah Kitty n Octfirst.. si mama pasti langsung mencak2 kalo mereka masuk ke dalam rumah, hehe.. (pan tau si mama itu orangnya resik, jadi dia gak betah kalo mereka masuk langsung d tuh lantai di sapu n di pel lagi). sekarang rumah jadi sepi cos biang rebut nomor 1 udah ngga ada, hehe..

Sedih dia harus mati, tp juga ngga tega ngeliat dia menderita, kelaparan n dehidrasi ampe kurus kering gitu, lega akhirnya dia bisa bebas dari penderitaannya.. :). Kitty ngga di kubur, karena emang rumah gw ngga ada lahan u ngubur dia.. jadi papa buang si Kitty di kali Jipin yang arusnya deras, supaya langsung ke laut kata papa.. hehe..

                                                               Kitty

I miss u, My Ity.. love u always..:)

verve vine

Selasa, 20 September 2011

Persahabatan: Maafkan dan Lupakan

Ada dua orang sahabat yang bersama-sama melakukan perjalanan melewati sebuah padang gurun.. Namun di tengah perjalanan, terjadi sebuah perselisihan sehingga sahabat yang satu menampar pipi sahabat yang lainnya.. Orang yang di tampar hanya diam dan tidak berkata apa2, lalu menulis di atas pasir: HARI INI SAHABAT TERBAIKKU, MENAMPAR PIPIKU.

Tibalah dua sahabat itu di sebuah oase.. Mereka berdua pun berenang di oase tersebut.. Orang yang di tampar tidak bisa berenang, sehingga dia mulai tenggelam.. Orang yang menampar segera menyelamatkan sahabatnya yang hampir tenggelam.. Setelah mereka berdua selamat, orang yang di tampar dan diselamatkan memahat di sebuah batu: HARI INI SAHABAT TERBAIKKU TELAH MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menampar dan menyelamatkan pun heran dan bertanya kepada orang yang di tampar dan diselamatkan, "Mengapa ketika aku menyakiti hatimu, engkau menuliskannya di atas pasir, tetapi ketika aku menyelamatkan nyawamu, engkau memahatnya di sebuah batu?”

Orang yang ditampar dan diselamatkan, menjawab, “ Ketika seorang sahabat menyakiti hatimu, tuliskanlah hal tersebut di atas pasir, sehingga angin memaafkan akan berhembus dan menghapuskan kesalahannya.. Tetapi ketika seorang sahabat melakukan hal yang luar biasa, pahatlah di batu hatimu, sehingga hal tersebut akan selalu terukir di batu hatimu walaupun angin menghembuskannya..”


Untuk direnungkan:
Apa yang ingin Anda katakan jika di minta menceritakan hubungan Anda dengan sahabat Anda? Apakah kebaikan hatinya atau perbuatan jahatnya kepada Anda? Pilihlah hal yang baik maka angin pengampunan dari Tuhan pun akan berhembus dan menghapus kesalahan Anda.

Untuk dilakukan:
“Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Kor 13: 7)

-Xavier Quentin Pranata-

Sabtu, 10 September 2011

Learn to Love

Ada yang bilang, "Jangan terlalu baik dengan orang lain, karena banyak orang yang ngga tahu diri dan ngga tahu terima kasih, sebaiknya urus diri kita sendiri2, fokus untuk lebih sukses agar orang lain menjadi iri dan tambah sirik dengan kita.."

Hmm.. ngga tahu juga, semua orang bebas untuk berpendapat dan berbuat menurut apa yang mereka yakini benar.. tp kalau kita berpendapat harus sukses agar orang lain jadi sirik sama kita, menurut gw itu terlalu ekstrim, hehehehe..

Ini hanya sebuah pemikiran.. banyak dari kita merasa kesepian dan hampa, karena kita merasa tidak di cintai.. gw pribadi juga sering merasa seperti itu.. rasanya sedih banget menerima kenyataan bahwa orang yang kita cintai, tidak mencintai kita (dari yang di lihat dan rasakan).. sedih karena mereka hanya melihat dan mengingat kesalahan yang kita buat, sedih karena mereka ngga bisa menghargai apa yang sudah kita lakukan atau berikan, sedih karena kita merasa mereka ngga peduli kepada kita, sebagaimana kita memperdulikan mereka..

Hmm.. ketika kita mencintai seseorang, maka timbulah pengharapan bahwa orang yang kita cintai juga merasakan atau melakukan hal yang sama.. semakin dalam cinta kita, semakin besar pengharapan tersebut.. kita merasa berhak mendapatkan cinta mereka karena kita telah memberikan dan melakukan sesuatu untuk mereka.. hal tersebut lah yang membuat kita menjadi sedih, ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan..

Hmm.. kalau kita terus berharap orang yang kita cintai akan mencintai kita layaknya kita mencintai mereka, atau ketika kita memperlakukan orang dengan baik (dalam pemikiran kita), lantas berharap mereka juga harus memperlakukan kita dengan baik, maka kita akan terus merasa sedih dan kecewa.. karena ngga ada satu pribadi pun di dunia ini yang bisa mencintai dan mengasihi kita sepenuhnya, selain DIA..

Hanya ketika kita tahu dan menyadari bahwa DIA mengasihi kita, maka kita bisa mengasihi orang lain sepenuhnya dan tanpa mengharapkan balasan..

Still learning for that, hehehehe..


verve vine

Selasa, 30 Agustus 2011

Persahabatan

Mempunyai seorang sahabat yang bisa kita cintai dan mencintai kita merupakan suatu anugerah yang sangat indah. Namun dalam suatu hubungan seringkali terjadi kesalahpahaman karena kita tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan isi hati kita dengan tepat, atau bagaimana seharusnya bersikap yang benar.

Hmm, di bawah ini ada beberapa masukan yang bisa kita terapkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kita dengan sahabat, gw ambil dari notes yang berjudul "Terapi Persahabatan", oleh Kass P. Dotterweich dan John D. Perry, OBOR, Jakarta: 2004.

Persahabatan merupakan bagian hakiki dari hidup yang kaya dan penuh. namun karena berbagai kesibukan harian, kita cenderung mengabaikan karunia persahabatan, lupa memupuk nilai2 persahabatan yang penting.

Terapi Persahabatan akan membantu engkau menghargai persahabatanmu, menjadi seorang teman yang lebih baik dan menjadi karunia bagi sesama. Katakan pada seseoang yang istimewa bagaimana engkau menghargai persahabatan yang engkau bagikan.

Petunjuk bijak dan mengahangatkan ini akan mengingatkanmu pada karunia persahabatan:

1.Seorang sahabat menerima engkau apa adanya. Siapa dirimu di mata sahabatmu memberikan sedikit gambaran mengenai siapa engkau sebenarnya di mata TUHAN.

2.Tumbuh-kembangkan persahabatanmu. Dengan saling menghormati sebagai tanah persemaian, bermandikan cahaya kebenaran serta kelembaban udara kasih, kehidupan akan bertumbuh bagaikan pohon tinggi, berlimpah dengan buah-buah cinta.

3.Biarlah persahabatanmu berkembang menjadi besar atau kecil, tinggi atau pendek, berbentuk persegi atau bundar, bergelombang atau datar. Persahabatan hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan nuansa yang bisa dibayangkan.

4.Biarkanlah persahabatanmu sebebas kapal di tengah laut. Ketika ombak menghempasmu, ketika angin kencang memenuhi layar kapalmu, ketika ketenangan memungkinkan kapal berlayar penuh kedamaian, ketika bintang2 membimbingmu di malam hari, engkau adalah rekanan yang mengemudikan kapal itu. Kapal persahabatanmu dapat membawa engkau ke pantai jauh dan tidak terbayangkan.

5.Untuk menjadi seorang sahabat yang baik, hargailah dirimu sendiri. Agar engkau dapat menghargai hakikat orang lain dalam hatimu, pertama-tama engkau harus dapat menghargai hakikat dirimu sendiri.

6.Engkau tidak perlu bersumpah untuk menjadi sahabat selamanya; jadilah apa adanya. Katakan “YA” terhadap karunia saling memberi dan menerima, dan hangatkan dirimu dalam pendaran mukjizat persahabatan.

7.Berikan sesuatu kepada sahabatmu tanpa mengharapkan apa pun sebagai balasannya. Kejutan yang paling menyenangkan dari sebuah pemberian datang tanpa diharapkan atau diduga.

8.Luangkan waktu bersama sahabatmu: di saat-saat yang indah – berjalan-jalan, bermain, dan berdoa; atau di saat-saat kurang menyenangkan – cekcok, sakit hati, dan saling curiga. Persahabatan meliputi semua spectrum kehidupan itu sendiri.

9.Dengarkan dengan gembira tawa ceria satu sama lain. Hatimu akan merasakan keceriaan tak terperikan.

10.Dengarkan dengan lembut tangisan satu sama lain. Hatimu akan merasaka kehidupan yang berkelimpahan.

11.Doakan kekurangan sahabatmu dan biarkanlah sahabatmu mendoakan kekuranganmu. TUHAN juga melakukan hal yang sama.

12.Terimalah sahabatmu tanpa menilainya. Hal ini tidak berarti bahwa kamu tidak saling bersaing; yang engkau lakukan adalah berusaha untuk saling memahami realitas masing2.

13.Berpalinglah pada sahabatmu pada saat engkau merasa kurang mampu atau memerlukan bantuan. Engkau mungkin memiliki sesuatu yang lebih untuk memperkaya hubungan saat engkau merasa tak ada yang dapat diberikan.

14.Biarlah sahabatmu lemah dalam satu hal atau membutuhkan bantuanmu. Kelemahan seorang sahabat adalah satu karunia yang memberdayakan kekuatanmu.

15.Jujurlah terhadap sahabatmu. Kejujuran dan cinta itu sendiri adalah dua sahabat. Kejujuran tanpa rasa cinta, atau sebaliknya menyebabkan masing2 menjadi kurang.

16.Rendah hatilah terhadap sahabatmu. Engkau tidak dapat menjadi pribadi yang dibutuhkan sahabatmu apabila engkau seolah-olah tahu segalanya.

17.Biarkan dirimu dicintai oleh sahabatmu. Engkau hanya dapat memberi apa yang telah engkau terima. Ketika sahabatmu mengetuk pintu hatimu dengan cinta, sambutlah dia dengan kerinduanmu untuk dicintai.

18.Terbukalah untuk menemukan jati dirimu sendiri dalam persahabatanmu. Ketika engaku melihat dirimu sendiri di mata sahabatmu, engkau menemukan “dirimu” sebagai ciptaan yang baru dan menyenangkan.

19.Jangan bersaing dengan sahabatmu; bermainlah tetapi jangan berkompetisi. Persahabatan tidak mempunyai tujuan – dan “menang” atau “kalah” adalah tujuan.

20.Jangan berpura-pura memuji sahabatmu hanya karena engkau tidak ingin bersikap kritis terhadapnya. Ada cara lain, yaitu meneguhkan sambil menyampaikan keprihatinanmu secara konstruktif dan penuh kasih sayang.

21.Jangan takut pada kemarahan karena kemarahan merupakan suatu bagian persahabatan yang hakiki. Kemarahan itu sendiri bisa dianggap sebagai seorang teman yang mengingatkanmu bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tanggapilah dengan keterbukaan dan kejujuran.

22.Ketika sahabatmu menyakiti engkau, persahabatanmu masih bisa dipertahankan. Jangan mencoba menyembunyikan kepedihanmu. Bicarakan hal itu dengan sahabatmu. Lalu nikmatilah rekonsiliasi yang menyenangkan.

23.Luangkan waktu khusus bersama sahabatmu – sarapan pagi, berjalan-jalan saat matahari terbenam, obrolan di tengah malam. Ketika jiwamu terbebas dari urusan harian, engkau dapat menikmati ikatan kedamaian di antara kamu.

24.Sentuhlah sahabatmu. Ketika sentuhan ini dilakukan dengan penuh rasa hormat dan ketulusan, bukan karena kebutuhan atau tuntutan, sentuhan antarsahabat bernilai sakral karena sentuhan tersebut menghubungkan raga dan jiwa.

25.Terimalah kepergian sahabatmu dengan lapang dada. Perpisahan memungkinkan awal yang baru dan pengalaman2 yang menyegarkan. Engkau akan memiliki lebih banyak hal untuk saling berbagi ketika engkau bertemu kembali.

26.Hargailah waktu yang engkau habiskan jauh dari sahabatmu. Jika saat berpisah tampaknya mengancam persahabatanmu, telitilah kembali urusanmu yang sebenarnya dan bagaimana engkau dapat mengolahnya.

27.Ketika awal persahabatan dilakukan dengan cara yang membuatmu tidak nyaman, sahabatmu mungkin membutuhkan sesuatu. Beri dia kesempatan untuk menjajaki kebutuhannya dengan bersikap jujur mengenai perasaaan tidak nyamanmu.

28.Katakan “tidak” pada sahabatmu bila engkau memang harus menolaknya, dan terimalah penolakan sahabatmu dengan lapang dada. Persahabatan masih cukup luas dan dalam untuk menampung kata-kata “tidak”, “ya”, "mungkin", dan “saya tidak tahu.”

29.Hormati privasimu sendiri sebagaimana privasi sahabatmu. Tidak semua rahasia dalam dirimu perlu dibeberkan. Engkau perlu mengetahui batas2, apa yang perlu diceritakan dan apa yang perlu dirahasiakan.

30.Saat engkau berdiri di pundak seorang sahabat, engkau bisa melihat lebih banyak hal. Saat kamu berdiri saling membelakangi, tidak ada yang perlu ditakuti. Saat kamu berdiri bahu membahu, bebanmu menjadi lebih ringan. Lalu, saat kamu bersama-sama menengadah ke atas, keindahan langit benar-benar mengagumkan.

31.Sambutlah temuan-temuan tak terduga dalam persahabatanmu. Banyak hal menyenangkan bisa terjadi ketika dua orang sahabat saling berbagi rasa.

32.Biarkanlah sinar persahabatanmu saling menyinari kalian berdua seperti cahaya yang melewati sebuah prisma. Bersama-sama kamu menciptakan sebuah pelangi yang memungkinkan dunia melihatnya.

33.Berdoalah bersama sahabatmu dan berbicaralah bersama dia tentang Tuhan. Pengalaman persahabatan yang terdalam adalah saat engkau menceritakan bagaimana perjumpaan dengan Misteri.

34.Tetapkan tanggal peringatan untuk menandai hari ulang tahun persahabatanmu. Kamu berdua bisa mengenang kembali, tertawa, menangis bersama, dan membuat impian masa depan bersama.

35.Rayakan persahabatanmu dengan penuh rasa syukur. Persembahkanlah sahabatmu dalam ucapan syukur dan bergembiralah dalam rahmat Tuhan.